
Sman1kutautara.sch.id – Pencak silat adalah seni bela diri tradisional asli Indonesia yang menggabungkan aspek seni, bela diri, olahraga, dan mental-spiritual. Olahraga ini berfokus pada teknik kuda-kuda, pukulan, tendangan, dan kuncian untuk pertahanan diri maupun seni pertunjukan, yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
Ni Kadek Desinta Iswari siswi kelas X6 SMA Negeri 1 Kuta Utara, tengah menjadi sorotan berkat keberhasilannya meraih prestasi yang membanggakan di bidang olahraga bela diri Pencak Silat. Tidak tanggung-tanggung, Desinta berhasil menorehkan prestasi di dua ajang bergengsi yang diselenggarakan dalam waktu yang berdekatan.
Prestasi pertama diraih pada ajang Tampaksiring Series Open Turnament 2025 yang berlangsung di Tampaksiring pada 25-27 Desember 2025. Tak berhenti di sana, Desinta kembali menunjukkan taringnya pada awal tahun di ajang Bali Mandala Championship 2026 yang digelar di GOR Purna Krida pada 2-4 Januari 2026.
Keberhasilan ini bukanlah buah dari keberuntungan semata. Desinta mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan persiapan intensif sejak tiga bulan sebelum kompetisi dimulai. Fokus utamanya adalah menjaga berat badan (BB) agar tetap ideal sesuai kategori pertandingan serta memantapkan teknik di bawah arahan pelatih profesional.
Menariknya, sosok di balik ketangguhan Desinta adalah ayahnya sendiri, I Gede Ardiantha, yang berperan ganda sebagai pelatih. “Saya dibimbing langsung oleh Bapak I Gede Ardiantha. Dukungan orang tua dan doa adalah faktor kunci yang membuat saya kuat bertahan hingga titik ini,” ujar Desinta saat diwawancarai.
Desinta menjelaskan bahwa dalam pencak silat, ia harus menguasai dua aspek yang berbeda, yaitu kategori Seni dan Laga. Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada perbedaan sistem penilaian.
“Untuk kategori Seni, fokus utamanya adalah kebenaran gerakan dan keindahan seni yang dibawakan. Sementara untuk kategori Laga, poin utama diambil dari ketepatan tendangan dan keberhasilan melakukan jatuhan terhadap lawan,” jelasnya.
Meski berhasil membawa pulang medali, Desinta mengaku memiliki perasaan yang campur aduk. Ia merasa senang atas pencapaiannya, namun terselip sedikit rasa sedih karena merasa “diduakan” dalam hasil penilaian tertentu. Namun, hal tersebut justru menjadikannya lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan.
Pengalaman mengikuti lomba silat bagi Desinta sangatlah berkesan karena bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih mental dan sportivitas. Ia berharap ke depannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan semakin tegar dalam menghadapi kenyataan di arena pertandingan maupun kehidupan sehari-hari.
“Pesan saya, semoga ke depannya event-event silat semakin banyak untuk menjadi wadah bagi kami menjadi lebih baik lagi. Target saya ke depan adalah menjadi lebih baik dari sekarang,” tutupnya dengan penuh semangat.
Narasumber : Ni Kadek Desintai Iswari
Tim : Angguni, Setia JCS
Telp: 0361-425909
Email: sman1kutautara@gmail.com
© Copyright SMA Negeri 1 Kuta Utara 2020. Designed and Developed by Team IT
Jl. Made Bulet, No.19, Desa Dalung, Kab Badung, Provinsi Bali