Sman1kutautara.sch.id – Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. Kunjungi SMA Negeri 1 Kuta Utara dalam Ajang Gubernur Bali Menyapa. Program “Gubernur Bali Menyapa” adalah inisiatif yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat interaksi dan komunikasi langsung antara Gubernur Bali dengan masyarakat setempat bahkan sikalangan para pelajar. Gubernur Bali menggunakan program ini untuk berinteraksi dengan masyarakat dan pelajar untuk mendengarkan aspirasi, dan menjawab pertanyaan mereka. Ini adalah upaya untuk memahami lebih baik kebutuhan, harapan, dan masalah yang dihadapi oleh warga Bali serta memberikan informasi terkini tentang kebijakan pemerintah provinsi.

Badung - Kunjungan Bapak Gubernur I Wayan Koster

1, September 2023. Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. atau kerap disapa Koster kini datangi Sakura dan memberikan sosialisasi kepada warga Sakura untuk meningkatkan mutu dan kualitas diri guna membangun Bali menjadi lebih baik. Tak hanya Sakura yang mendapat kesempatan untuk dikunjungi, beberapa Kabupaten lainnya juga turut dikunjungi oleh Koster yaitu Denpasar, Karangasem, Buleleng, Gianyar, Tabanan, Badung.

Selama sosialisasi, Koster berbagi pengalaman hidupnya kepada para siswa sebagai contoh acuan untuk melangkah maju menjadi lebih baik. Menurut Koster, dari sejak lahir, dia telah menghadapi tantangan finansial yang serius. Namun, kondisi tersebut tidak pernah meruntuhkan semangatnya untuk keluar dari garis kemiskinan. Sejak usia muda, Wayan Koster telah mengembangkan kebiasaan hidup mandiri dengan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya salah satunya ngampad atau begbegan dimana beliau melakukan rutinitas ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semasa beliau muda.

“Bali satu-satunya provinsi yang punya Haluan dan tidak sporadis” ucap Koster. Beberapa hal juga dibahas oleh beliau mengenai Bali. Ini mengacu pada fakta bahwa Provinsi Bali memiliki visi pembangunan dan arah yang jelas dalam pengembangan sumber daya dan pembangunan sosial, ekonomi dan kesehatan. Bali juga memiliki rencana pembangunan yang terstruktur dan berkelanjutan, tidak hanya terjadi secara acak atau tanpa arah yang jelas. Bali memiliki program 100 tahun kedepan. 100 tahun Bali era baru mulai dari tahun 2025 hingga 2125 akan menjaga peradaban Bali yang lebih baik. Sehingga dalam program Koster ini diharapkan kepada pemimpin berikutnya bisa melanjutkan program ini dan menjalankan sesuai konteks masing-masing daerah.

Koster juga soroti perihal demografi nama khas Bali. Berdasarkan presentase yang beliau berikan terdapat 39% (Putu, Gede, Wayan) sebagai anak pertama, 36% (Kadek, Made, Nengah) sebagai anak kedua, 18% (Komang, Nyoman) sebagai anak ketiga, dan 6% (Ketut) sebagai anak keempat. Beliau khawatir jika nama ‘Ketut’ akan terancam punah sebagai ciri khas nama dari anak keempat di Bali. Koster berharap dengan pertumbuhan penduduk Bali meningkat pada 2025 sehingga warisan dari leluhur sebagai ciri khas Bali tidak punah.

Laporan: Sintya, Andrew, Joice, Galang, Handika, Budi, Rasya, Ayu Mirah
Editor: Joice