
Sman1kutautara.sch.id – Lomba Cerdas Cermat Ephotech merupakan kompetisi berbasis pengetahuan yang diselenggarakan oleh pihak SMA Negeri 2 Denpasar. Kompetisi ini menguji wawasan dan kemampuan berpikir cepat peserta dalam menjawab berbagai pertanyaan dari beragam disiplin ilmu, seperti matematika, sains, bahasa, dan pengetahuan umum. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar, mengasah kemampuan akademik, serta memupuk semangat berkompetisi yang sehat di kalangan siswa.
Selanjutnya, Kejuaraan Catur Kategori Putri A Provinsi Bali adalah kompetisi resmi olahraga catur di tingkat Provinsi Bali yang diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia atau kemampuan tertentu (Kategori A). Kompetisi ini bertempat di Guwang, Sukawati, Gianyar, yang bertujuan mengadu strategi dan taktik para pemain catur wanita terbaik di provinsi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengukur kualitas atlet catur putri, memberikan pengalaman bertanding di level provinsi, dan menjadi seleksi bagi atlet yang akan mewakili Bali di ajang yang lebih tinggi.
Perasaan campur aduk dirasakan oleh salah satu siswa berprestasi dari Sakura, Suindri, setelah menyelesaikan serangkaian perlombaan, termasuk ajang cerdas cermat dan catur. Meskipun berhasil meraih pencapaian dari usaha kerasnya, Suindri mengaku masih menyimpan sedikit kekecewaan karena belum bisa mempersembahkan hasil terbaik.
“Selama ini saya jarang mendapatkan juara. Ada senangnya karena berhasil meraih sesuatu dari usaha saya yang panjang, tapi ada sedikit kecewa juga karena setelah usaha itu ternyata belum bisa mendapatkan yang terbaik untuk Sakura,” ujar Suindri, mengungkapkan perasaannya.
Pencapaian Suindri tak lepas dari bimbingan intensif para guru pembina serta dukungan penuh dari lingkungan sekolah. Untuk perlombaan cerdas cermat, Suindri didampingi oleh Arief Hadi Prasetyo, S.Pd. selaku pembina. Beliau memberikan banyak materi dan bimbingan di sela-sela waktu senggang.
Sementara itu, dalam persiapan lomba catur, Suindri dibimbing oleh I Gusti Ngurah Ariwiarsa, S.Pd. Pembina catur ini rutin memberikan masukan melalui WhatsApp dan sesekali memfasilitasi atlet catur Sakura dengan papan catur yang disediakan oleh sekolah.
“Doa dan semangat dari mereka (teman-teman dan guru-guru dari luar Sakura) langsung jadi bersemangat untuk ikut lomba dan percaya dengan diri sendiri,” tambahnya.
Persiapan untuk mengikuti lomba diakui sudah dipersiapkan dengan matang sebelum bertanding, dengan latihan yang dilakukan setiap hari kecuali saat kesibukan menghalangi. Persiapan ekstra memang diperlukan mengingat lawan yang dihadapi adalah peserta dari berbagai penjuru yang juga berlatih keras.
Selama proses persiapan, Suindri juga menghadapi berbagai kendala dan tantangan, seperti rasa capek, bosan, dan tidak fokus. Untuk mengatasi hal tersebut, ia memiliki strateginya sendiri.
“Cara mengatasinya yaitu mengatur diri supaya tetap berada di jalan yang saya mau, mencari suasana dan tempat baru untuk belajar, dan mengajak teman-teman untuk belajar bersama,” jelas Suindri.
Motivasi terbesarnya justru datang dari faktor lingkungan di sekolah. Menurutnya, banyaknya siswa dan siswi berprestasi di Sakura telah berhasil mendorong kemauan dan minatnya untuk berkembang dan berproses. Motivasi tersebut bertujuan agar ia juga bisa membawa nama baik Sakura dalam perlombaan-perlombaan di luar sana.
Sebagai penutup, Suindri memberikan tips sederhana namun krusial bagi siswa lain: “Disiplin.” Ia menekankan bahwa apa yang diinginkan belum tentu bisa didapatkan tanpa adanya usaha keras. Ia berharap, “Semoga sekolah bisa terus mengsuport siswa-siswi yang berprestasi dan memiliki kemampuan dalam bidang apapun.”
Narasumber : Ni Made Suindri Karaskanaka
Tim : Cantika, Reyndra, Galih JCS
Telp: 0361-425909
Email: sman1kutautara@gmail.com
© Copyright SMA Negeri 1 Kuta Utara 2020. Designed and Developed by Team IT
Jl. Made Bulet, No.19, Desa Dalung, Kab Badung, Provinsi Bali