KILAU PERAK DARI SAKURA! LUCIA MAHARANI SABET MEDALI DI SENIOR HIGH SCHOOL OLYMPIAD 2026

Sman1kutautara.sch.id – Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan POSI ini berlangsung pada 14 Februari 2026 di SMA Negeri 2 Abiansemal. Perhelatan ini dirancang untuk menguji ketajaman kemampuan siswa dari berbagai jenjang dalam berbagai bidang disiplin ilmu.

Badung - Semangat berprestasi kembali membumbung tinggi di SMA Negeri 1 Kuta Utara (Sakura). Kali ini, kabar membanggakan datang dari bidang akademik. Ni Kadek Lucia Maharani Tungga Dewi, siswi kelas (X.1), sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Medali Perak dalam ajang Senior High School Olympiad (SHSO) 2026 tingkat Provinsi Bali untuk Bidang Bahasa Inggris.

   Pengumuman juara yang dilakukan pada 14 Maret 2026 menjadi momen yang emosional bagi Lucia. Ia mengaku sempat tidak menaruh ekspektasi tinggi mengingat ketatnya persaingan di level provinsi.

“Awalnya saya tidak berharap banyak karena banyak sekali kompetitor yang setara dan pastinya sudah berpengalaman. Bahkan, ada peserta yang sudah terbiasa dengan Bahasa Inggris karena kurikulum di sekolah mereka menggunakan bahasa tersebut,” ujar Lucia. Namun, keraguan itu sirna saat namanya diumumkan sebagai peraih medali perak. “Saya sangat senang dan bangga. Meski ‘hanya’ medali perak, bagi saya ini bukti nyata bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.”

Ada hal unik di balik kesuksesan Lucia. Berbeda dengan peserta lain yang umumnya didampingi guru secara intensif, Lucia memilih jalur bimbingan mandiri. Ia memanfaatkan sumber daya dari internet serta memperdalam materi yang ia dapatkan dari Proses Belajar Mengajar (PBM) sehari-hari di kelas.

Persiapan dilakukan secara maraton selama 2 hingga 3 minggu sebelum hari pelaksanaan.

“Saya melakukan banyak review materi dari silabus lomba dan mempelajari beberapa materi baru secara intensif dengan banyak mengerjakan latihan soal,” tambahnya.

Tantangan terbesar muncul saat ia harus menghadapi soal dengan teks atau narasi yang sangat panjang. Untuk mengatasinya, Lucia melakukan riset mandiri hingga mempelajari latihan soal tes narasi dari luar negeri guna membentuk strategi manajemen waktu yang efektif.

Lucia mengakui bahwa SMA Jembatan Budaya menjadi salah satu saingan terberat karena penguatan bahasa internasional mereka yang melibatkan pengajar asing (native speaker). Namun, hal itu tidak menyurutkan mentalnya. Ia membagikan dua tips krusial bagi rekan-rekan pelajar lainnya:

Tips pertama yaitu belajar  bersama, cobalah mempelajari silabus bersama teman di tempat yang nyaman agar tidak bosan dan perhatian tidak mudah teralih.

Tips kedua yaitu kelola pikiran, jangan terlalu sering overthinking atau berpikir negatif. Pikiran negatif hanya akan memicu stres yang menghambat performa saat lomba.

Bagi Lucia, motivasi terbesarnya bukanlah sekadar medali, melainkan keinginan untuk menambah pengalaman, mengisi waktu luang dengan hal positif, serta menjalin relasi dengan teman-teman baru. Ia merasa perlombaan ini sangat membangun rasa kompetitif dan memberinya banyak informasi baru untuk masa depan.

Sebagai penutup, Lucia berharap prestasinya ini dapat memicu lahirnya generasi muda bertalenta lainnya yang berani menguji kemampuan demi mewujudkan Indonesia berprestasi.

“Janganlah berkecil hati saat melihat kualitas kompetitormu yang bersinar. Kamu tetaplah sebuah bintang yang terang dalam orbitmu tersendiri.” Dan harapan saya adalah agar melalui perlombaan ini, lebih banyak terlahirnya murid-murid generasi muda bertalenta untuk bisa menguji kemampuan dan menuju Indonesia berprestasi.

Narasumber : Ni Kadek Lucia Maharani Tungga Dewi

Tim : Desi Dian, Arietha Cantika

Tentang Kami

Kontak

Alamat

Telp: 0361-425909
Email: sman1kutautara@gmail.com

© Copyright SMA Negeri 1 Kuta Utara 2020. Designed and Developed by Team IT

Jl. Made Bulet, No.19, Desa Dalung, Kab Badung, Provinsi Bali

Ada Yang Bisa Kami Bantu?