
Sman1kutautara.sch.id – Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Jakarta Pusat dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Jakarta Pusat. Ajang bergengsi tersebut resmi dibuka pada 11 April 2026 oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi PON 2027. Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kualitas teknik atlet serta menumbuhkan sportivitas.
Perlombaan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 9 hingga 12 April 2026, bertempat di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pertandingan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore atau malam hari, menyesuaikan jumlah nomor yang dipertandingkan.
Keberhasilan Lia tentu tidak terlepas dari peran para pelatih handal dari Dojo PERKEMI Badung yang telah memberikan bimbingan secara maksimal. Ia mengungkapkan bahwa proses latihan dilakukan secara intensif setiap hari setelah lolos seleksi Porjar Badung 2026. Para atlet yang berangkat ke Kejurnas merupakan mereka yang telah meraih prestasi sebelumnya di tingkat daerah.
“Latihan setiap hari setelah pulang sekolah sampai malam memang cukup berat, apalagi harus membagi waktu dengan tugas sekolah. Tapi dari situ saya belajar disiplin, menjaga pola makan, waktu tidur, dan menambah latihan mandiri,” ujarnya.
Dalam proses persiapan, Lia juga menghadapi berbagai kendala, seperti kelelahan fisik hingga kesulitan menguasai beberapa teknik. Bahkan, ia sempat mengalami pusing dan mual akibat padatnya aktivitas. Namun, ia mampu mengatasinya dengan mengatur waktu istirahat lebih baik serta menambah latihan mandiri saat hari libur untuk memperbaiki teknik.
Meski baru pertama kali mengikuti Kejurnas, Lia mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. “Senang banget dan bangga sama diri sendiri. Semua kerja keras selama ini akhirnya terbayarkan,” ungkapnya. Dalam nomor yang diikutinya, penilaian didasarkan pada kekompakan tim, kelincahan, bentuk gerakan, teknik bantingan, hingga penjiwaan yang mampu menghadirkan kesan perkelahian dalam seni embu.
Motivasi terbesar Lia selama berlatih adalah keyakinan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta dukungan dari orang-orang terdekat, terutama orang tua.
Sebagai penutup, Lia menyampaikan pesan inspiratif, “Jangan takut mencoba dan jangan menutup diri dari hal yang kamu suka. Kesempatan tidak datang dua kali, dan keberhasilan datang dari proses, termasuk kegagalan yang mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik.” Ke depannya, Lia berharap prestasi ini menjadi awal dari perjalanan kariernya di dunia kempo. Ia juga bertekad untuk terus berkembang dan mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang selanjutnya.
Narasumber: Ni Putu Lia Sukma Dewi
Laporan: Kirana, Gytha, Kyra JCS
Telp: 0361-425909
Email: sman1kutautara@gmail.com
© Copyright SMA Negeri 1 Kuta Utara 2020. Designed and Developed by Team IT
Jl. Made Bulet, No.19, Desa Dalung, Kab Badung, Provinsi Bali